Pendidikan : Buah Pemikiran Buya Hamka

Buya Hamka merupakan tokoh pendidikan Islam yang dimana konsep pemikirannya sangat monumental dan begitu spektakuler di kalangan manapun. Beliau adalah seorang ulama pujangga dan tercakup dalam berbagai kualitas ketokohan dan keahlian. Beliau adalah seorang pencetus dan pemuka Islam, pejuang, patriot, wartawan, pengarang, sastrawan dan budayawan.

Beliau menyumbangkan pemikirannya di berbagai bidang terutama dalam pendidikan. Meskipun beliau dibesarkan dengan pendidikan tradisional yang kental akan nuansa adatnya (ketat), beliau mampu mengemas pendidikan yang ketat menjadi luwes tetapi tanpa menghilangkan ketradisionalannya. Selain itu, pandangan Buya Hamka mengenai tujuan pendidikan yaitu untuk kebahagaian dunia dan akhirat dengan penerapannya yang menggabungkan antara ilmu agama dan ilmu umum.

 Pendidikan dalam pandangan Hamka terbagi 2 bagian yaitu:

1.      Pendidikan jasmani, pendidikan untuk pertumbuhan & kesempurnaan jasmani serta,

2.      Pendidikan ruhani, pendidikan untuk kesempurnaan fitrah manusia dengan ilmu pengetahuan& pengalaman yang didasarkan pada agama.

Titik sentral pemikiran Hamka dalam pendidikan Islam adalah “fitrah pendidikan tidak saja pada penalaran semata, tetapi juga akhlakulkarimah”.Fitrah setiap manusia pada dasarnya menuntun untuk senantiasa berbuat kebajikan& tunduk mengabdi sebagai kholifah fi al-ardh maupun ‘abdulloh. Ketiga unsur tersebut adalah akal, hati & pancaindra yang terdapat pada jasad manusia. Perpaduan ketiga unsur tersebut membantu manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan membangun peradabannya, memahami fungsi kekhalifahannya, serta menangkap tanda-tanda kebesaran Allah.

Hamka membedakan makna pendidikan dan pengajaran. Menurutnya pendidikan adalah serangkaian upaya yang dilakukan pendidik untuk mendidik membantu membentuk watak budi akhlak dan kepribadian peserta didik, sedangkan pengajaran yaitu upaya untuk mengisi intelektual peserta didik dengan sejumlah ilmu pengetahuan. Keduanya memuat makna yang integral dan saling melengkapi dalam rangka mencapai tujuan yang sama, sebab setiap proses pendidikan didalamnya terdapat proses pengajaran. Demikian sebaliknya proses pengajaran tidak akan banyak berarti apabila tidak dibarengi dengan proses pendidikan.

 

Sumber : http://tulisan377.blogspot.com/2013/05/konsep-pendidikan-hamka.html.

Add your comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *